Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Maret 2017

Kisah Ja'far bin Abi Thalib, Pria yang Mirip Nabi Muhammad SAW

Ja’far Bin Abi Thalib merupakan satu diantara lima sahabat Nabi SAW yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Namun diantara kelimanya Ja’far tercatat paling mirip dengan Rasulullah SAW. Hingga diriwayatkan, jika dilihat dari belakang, sulit membedakan antara Ja’far dan Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya tampilan fisik, karakter Ja’far juga mirip dengan Rasulullah SAW.

Di riwayatkan dari Muhammad bin Usamah bin Zaib bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ja’far “Bentuk wajahmu serupa dengan wajahku, dan akhlakmu serupa dengan akhlak ku karena kamu berasal dari ku dan merupakan keturunanku.”

Karena kemiripan akhlak dan karakternya inilah Ja’far bin Abi thalib mudah menerima Islam saat diterangkan dengan sahabat yakni Abu Bakar Ash Shiddiq. Ia tercatat menjadi orang ke-31 yang memeluk Islam. Bagaimanakah perjalanan seorang Ja'far bin Abi Thalib dan apa sajakah pengaruh beliau dalam agama Islam?

Ja’far yang merupakann sepupu Nabi Muhammad SAW ini langsung menyatakan Keislamannya begitu mengetahui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Putra Abu Thalib ini kemudian menyampaikan keislamannya kepada sang Istri, istrinya Asma bin Umais.Ja’far pun lalu mengajak istrinya untuk kemudian masuk Islam. Ia begitu yakin bahwa mengikuti ajaran Islam akan membawanya pada kebaikan dunia dan akhirat.

Kelembutan serta kecerdasan seorang Ja'far bin Abi Thalib berhasil mengantarkan istrinya Asma bin Umais ke jalan yang hidayah, hingga nanti disepanjang jalan hidupnya, keduanya bersama-sama mengarungi pahit manis sebagai seorang muslim yang bertakwa.

Meski kebahagiaan Islam telah menyelimti hatinya, namun kebahagian kakak Ali Bin Abi Thalib ini belum utuh. Sebab sang ayah yang sangat dicintainya, Abu Thalib enggan mengikuti kebenaran yang dibawa keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Padahal Ia selalu dibarisan terdepan membela Rasulullah SAW dari kedengkian kaum Quraisy. Hanya doalah yang bisa dipanjatkan Ja’far bin Abi Thalib agar sang ayah mau membuka hatinya menerima hidayah Islam.

Maka ketika Islam semakin menyebar di Kota Mekah kaum Quraisy semakin berang dan tidak terima. Mereka membuat banyak gangguan untuk menjatuhkan Islam serta melemahkan iman kaum Muslimin. Maka ketika Quraisy tidak bisa menghalangi dakwah Rasulullah SAW lantaran sang Nabi mendapatkan pembelaan dari keluarga besarnya, mereka pun mulai melampiaskan amarah dengan menyiksa kaum miskin dan lemah.

Tapi siksaan demi siksaan yang diterima kaum muslimin justru membuat iman mereka semakin kokoh dan kebal. Demikia kejam siksaan kaum Quraisy terhadap kaum Muslimin, hingga keinginan melawan semakin besar, termasuk Ja’far Bin Abi Thalib. Ia begitu kesal dengan perlakuan kaumnya tapi Ia begitu tidak bisa berbuat apa-apa, sebab Rasulullah SAW melarang kaum Muslimin untuk melawan dan hanya meminta agar bersabar.

Disaat kekejaman kaum Quraisy memuncak Rasulullah SAW meminta agar kaum muslimin hijrah ke negeri Habasyah, negeri yang dipimpin Raja Najashi, seorang Raja Nasrani yang adil dan tidak pernah berbuat dzalim.

Rasulullah SAW memilih Ja’far Bin Abi Thalib memimpin kaum muslimin hijrah menyelamatkan akidahnya ke negeri Habasyah. Rasulullah SAW begitu mengenal Ja’far sepertit mengenal dirinya sendiri. Ja’far diplih karena memiliki kecerdasan, keberanian sekaligus ketenangan semuanya itu semakin didukung karena Ia memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Sehingga menjadi pelipur lara bagi kaum muslimin bila jauh dari Nabi mereka.

Benar saja, di negeri Habasyah muslimin bisa hidup nyaman tanpa harus terganggu saat beribadah. Namun kabar hijrahnya 100 kaum muslimin ke negeri Habasyah membuat berang kaum musrik Quraisy. Mereka tidak tenang pengikut Nabi Muhammad SAW beribadah dengan nyaman.   Mereka kemudian berencana untuk memulangkan kaum muslimin ke Mekah. Mereka mengutus Amar Bin Ash, pemuda Quraisy yang dikenal paling jago berdiplomasi dan dekat dengan Raja Najashi

Sambil membawa hadiah dari kaum Quraisy untuk dipersembahkan kepada Raja Habasyah, Amr Bin Ash begitu yakin raja akan mengembalikan kaum muslimin ke Mekah. Di hadapan Raja Najashi yang beragama Nasrani, Amr Bin Ash mulai bersilat lidah. Amar memprofokasi raja bahwa agama Islam yang dianut oleh penduduk Mekah yang hijrah ke Habasyah berbeda dengan Nasrani, bahkan agama yang dibawa Muhammad ini dituduh memandang buruk terhadap agama Nasrani.

Raja Habasyah yang begitu kokoh imannya pada Nasrani sangat marah. Namun Ia tidak langsung mengusir kaum muslimin. Di sinilah kebenaran hadist Nabi tentang keadilan Raja Najashi terbukti. Raja Nasrani yang shaleh ini tidak mau bertindak sebelum mendengar langsung dari kaum Muslimin yang tinggal dinegerinya.

Lalu Ja’far maju menjelaskan tentang Islam mewakili umat Islam dan mengapa Ia datang ke negeri Habasyah. Dengan tutur kata yang amat baik serta jujur apa adanya pernyataan Ja’far justru mengundang simpati raja. Bahkan Ja’far menjelaskan tentang ajaran Islam tentang Maryam dan Al Masih yang dituturkan Al-Qur’an. Mendengar itu Raja Najashi bergetar hatinya tidak kuasa menahan haru. Apa yang disampaikan Ja’fat dan ajaran Nasrani yang Ia yakini berasal dari satu sumber yang sama. Maka saat itu pula, Najashi menjamin keamanan kaum Muslimin di Habasyah.

Menurut beberapa sumber, Raja Najashi memeluk Islam, namun tetap merahasiakannya kepada rakyatnya. Tidak hanya itu, murid-murid Ja’far di Habsyah kemudian menyebarkan ajaran tauhid disana hingga Islam mulai tersebar di negeri Habasyah.

Di negeri hijrah pertamanya itu, Asma, istri Ja’far melahirkan putra pertama mereka dan diberi nama Abdullah. Sebuah nama yang menujukan keislaman seseorang sebagai hamba yang hanya mengabdi kepada Allah. Kelahiran putra Ja’far disambut bahagia oleh Najashi. Sang raja memberinya hadiah, sang raja pun menamainya dengan nama yang serupa dengan putra Ja’far.

Selama tujuh tahun di negeri Habasyah, Ja’far dan kaum muslimin begitu merindukan Rasulullah SAW. Sebuah kabar datang membuat hati Ja’far hancur, Abu Thalib, sang ayah yang amat dicintainya wafat dalam keadaan tidakk beriman.

Di lain pihak, kaum muslimin mendapatkan kemenangan gemilang pada perang Haibar, Jafar Bin Abi Thalib meninggalkan Habasyah menuju Madinah. Kedatangannya begitu membahagiakan Rasulullah SAW, hingga Nabi sendiri tidak menyadari kebahagiaan yang dirasakannya apakah karena kemenangannya dalam perang Haibar, atau karena kedatangan Ja’far.

Belum begitu lama Ja’far tinggal di Madinah pada awal tahun ke delapan hijriyah, Rasulullah SAW menyiapkan pasukan tentara untuk memerangi tentara Romawi di Mut’ah. Beliau mengangkat Zait bin Haritsah menjadi komandan pasukan. Jika Zait bin Haritsah gugur, maka digantikan oleh Ja’far Bin Abi Thalib, jika Ia cidera dan tewas pula, Ia digantikan oleh Abdullah bin Rawaha dan apabila Abdullah Bin Rawaha cidera dan gugur pula, hendaklah kaum muslimin memilih komandan diantara mereka.

Sampai di Mut’ah, sebuah kota dekat Syam daerah Yordania mereka mendapati pasukan Romawi dengan 100 ribu pasukan yang terlatih. Diperkuat dengan 1000 milisi Nasrani dari kabilah-kabilah Arab, sementara tentara kaum muslimin yang dipimpin oleh Zait Bin Haritsah hanya berkekuatan 3000 tentara.

Begitu kedua pasukan yang tidak seimbang ini bertemu dan peperangan dahsyat pun terjadi. Komandan Muslimin, Zait Bin Haritsah gugur sebagai shahid, melihat Zait gugur, Ja’far kemudian melompat dan mengambil alih bendera Rasulullah SAW dari tangan Zaid. Lalu diacungkan dengan tinggi-tinggi dan kini pimpinan beralih kepadanya. Ja’far mengayunkan pedang ditengah musuh yang mengepungnya dia mengamuk menyerang musuh ke kanan dan kekiri dengan hebat.

Hingga suatu ketika sebuah tebasan pedang mengenai tangan kanannya, maka tangan kirinya langsung mengambil bendera dari tangan kanannya yang puntung, tangan kirinya putus pula terkena sabetan pedang musuh. Tapi Ia tidak gentar dan putus asa, dipeluknya bendera Rasulullah dengan kedua lengannya dengan terus menerjang musuh hingga akhirnya tubuh Ja’far ditebas musuh hingga gugur sebagai syahid di medan Mut’ah.

Rasulullah SAW sangat sedih mendengar kabar gugurnya Jafar beliau pergi kerumah Ja’far di dapatinya Asma, istri Ja’far yang sedang bersiap-siap menunggu kedatangan suaminya, memandikan dan memakaikan baju bersih kepada anak-anaknya. Asma sendiri menuturkan kedatangan Rasulullah SAW.

“Ketika Rasulullah SAW mengujungi kami, terlihat wajah Rasulullah diselubungi kabut sedih, hatiku cemas tetapi aku tidak berani menanyakan apa yang terjadi, karena aku takut mendengar berita buruk, beliau memberi salam dan menanyakan anak-anak kami,”

Asma kemudian memanggil mereka semua, dan disuruhnya menemuii Rasulullah. Anak-anak Ja’far kemudian melompat kegirangan mengetahui kedatangan Beliau. Mereka berebutan untuk bersalaman dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAWA langsung memeluk erat anak-anak Ja’far sambil menciumi mereka penuh haru. Air mata Beliau berlinang membasahi pipi mereka. Sumber berita/artikel infoyunik.com +Wiwik Setiawati 

Sabtu, 04 Maret 2017

Masjid Ini di Bangun di Tempat Ekstrim

Masjid merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat ibadah Umat Muslim. Biasanya lokasi pembangunan masjid berdekatan dengan rumah penduduk untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah ketika sudah masuk waktu shalat.

Namun tidak demikian dengan masjid-masjid berikut ini. Lokasinya yang ekstrim membuat masjid-masjid ini terlihat unik dan membuat jamaah berdecak kagum. Mulai dari masjid yang dibangun di dalam gua, di atas gunung bahkan di pinggir Laut Atlantik. Bagaimana gambaran dan keunikan masjid tersebut. Berikut rangkuman yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

1. Masjid di dalam Goa (Aschabul Kahfi)

Indonesia beruntung memiliki masjid yang unik karena berada di dalam perut bumi. Masjid tersebut bernama Aschabul Kahfi yang terletak di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa  Timur. Masjid ini dibangun pada 2002 lalu oleh seorang kiai  bernama Subhan. Sejak saat itu pmbangunan dan perbaikan terus dilakukan. Untuk menuju masjid pengunjung harus melewati lorong dan goa. Masjid ini dihiasi dengan tulisan kaligrafi dan tulisan jawa kuno. Pemandangan di dalam gua sangat eksotis pasalnya dapat terlihat stalagtit dan stalagmit yang telah menjadi batuan kapur.

Ketika pengunjung masuk ke dalam Masjid, maka akan terasa nuansa timur tengah. Masjid ini memiliki ruangan utama yang cukup gelap, tidak ada sinar selain cahaya lampu di sini. Arsitektur Masjidnya mirip dengan bangunan-bangunan Arab. Bagian atas masjid juga dihiasi dengan pilar yang megah.

Interior masjid ini terkesan sangat mewah, dengan hiasan yang berbahan marmer dan hiasan pilar-pilar yang cukup tinggi dan besar di dalam gua. Hal ini membuat pengunjung merasa berada diantah berantah dengan berbagai hiasan marmer dan kristal.

2. Masjid di Tepi Samudera Atlantik (Hassan II)

Raja Hassan II dari Maroko mendirikan bangunan istimewa kepada rakyatnya. Beliau membangun Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Masjid ini memiliki keunikan tersendiri, pasalnya masjid ini dibangun menjorok di samudera Atlantik. Hal ini membuat seakan-akan masjid tersebut berada di tengah laut. Sehin gga masjid ini dijuluki singgasana Tuhan diatas air atau Masjid terapung terbesar di dunia. Masjid ini juga dilengkapi dengan manara setinggi 210 meter. Fakta ini menjadikannya sebagai menara masjid tertinggi di dunia.

Masjid yang didesign oleh arsitek asal Perancis ini  juga dilengkapi dengan pengontrol suhu yang akan membuat jamaah beribadah dengan nyaman. Arsitektur dan interior Masjid pun sangat cantik, selain itu masjid juga dilengkapi dengan teknologi canggih yang memanfaatkan teknologi laser untuk pencahayaan dan memberikan keindahan tersendiri pada malam hari.

Sebagian masjid ini terbuat dari kaca sehingga pengunjung dapat melihat samudera atlantik dari bawah masjid. Dekorasi interior ruang shalat yang mengagumkan dibuat oleh ukiran tangan para pengukir. Lebih dari 6000 seniman maroko diperkerjakan dalam proyek pembangunan masjid ini. Uniknya masjid Hassan II ini terbuka untuk umum dan pengunjung non muslim.

3. Masjid di Dalam Laut

Arab Saudi membangun Masjid di bawah laut pertama. Sekelompok penyelam kerajaan membangun masjid mengggunakan pipa plastik yang berisi pasir di bawah laut di pantai utara Kota Tabuk yang berbatasan dengan Negara Yordania.

4. Masjid di Puncak Gunung (Masjid Al Khidr)

Para penduduk di Iran memiliki lokasi masjid sangat unik.Luar biasa, karena masjid ini terletak tepat diatas gunung. Adalah masjid Al Khidr berdiri kokoh diatas gunung Nabi Khidr (as) dan diklaim sebagai peninggalan sang nabi. Walaupn letaknya diatas gunung masjid ini tetap menjadi tempat favoritbagi para jemaah. Untuk beribadah kesini tentunya jamaah harus berjalan naik ke atas gunung. Meski begitu tidak menjadi Masjid ini sepi dari jemaah. Bahkan masjid ini lebih banyak dikunjungi dari pada masjid-masjid lain di daerah sekitar.   Pemandangan yang terlihat di atas gunung setelah menunaikan shalat semakin membuat perasaan merasa tenang dan damai.

5. Masjid Terapung (Arkam Babu Rahman)

Terakhir ada masjid terapung arkam babu rahman. masjid unik ini terletak di kawasan teluk palu, kampung lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah.masjid ini hanya berjarak 400 meter dari Jembatan Kuning atau Jembatan Palu Empat. Masjid terapung ini memiliki kubah seperti emas. dinding dan pilar-pilarnya juga memiliki warna yang serasi. Berada di masjid ini kita  dapat melihat suasana teluk palu yang begitu indah diikuti dengan suara deburan ombak.

Pada malam hari, lampu-lampu yang berganti warna menerangi kubah masjid ini. masjid yang indah ini seolah melengkapi keindahan teluk palu pada malam harinya. masjid ini berdiri sekitar 30 meter dari bibir pantai teluk palu dengan luas 121 meter persegi. Masjid ini mampu menampung sekitar 150 orang jemaah. masjid ini terdiri dari satu lantai dengan empat menara. Interiornya sangatlah indah, dindingnya dilapisi oleh keramik berwarna emas kecokelatan.

Sebelum memasuki masjid ini, disediakan tempat berwudhu di muka masjid. anda harus melewati jembatan terlebih dahulu apabila anda ingin memasuki masjid cantik ini. Masjid ini berdiri kokoh dengan pancang-pancang penyangga nya di bawahnya. ada cerita menarik di balik berdirinya masjid terapung ini, konon sebelum masjid ini di bangun tinggi air laut  di bibir pantai mampu mencapai 1 meter lebih. Kadang beberapa kali air laut bisa mencapai jalan raya. namun setelah masjid ini berdiri air laut tak pernah lagi menyapu jalanan.

Demikian keunikan tentang masjid yang dibangun ditempat yang ekstrim. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda. Termiakasih sudah membaca.Kumpulan Info Unik http://www.infoyunik.com