Senin, 06 Maret 2017

Rumah Tertimpa Longsor Bayi 1,5 Tahun Selamat

Wow, Ibu Ini Tubuhnya Pancarkan Sinar Saat Shalat

AkuIslam.Id - Hafsah seorang wanita yang tekun beribadah. Ia selalu menjaga wudunya. Dan, ketika shalat malam, tubuhnya memancarkan sinar, padahal rumahnya dalam keadaan gelap karena tidak ada lampu.

Hafsah adalah seorang saudara Muhammad Sirin, salah seorang sufi zaman dulu. Seperti saudara laki - lakinya, Hafsah dikenal mempunyai keutamaan sebagai simbol kezuhudan.

Konon, Hafsah sudah hafal Alquran sejak usia 12 tahun. Ashim Ahwal, seorang ulama menuturkan kisah tentang Hafsah sebagai berikut :

"Kami pernah mengunjungi Hafsah. Ia mengenakan hijabnya sedemikian rupa sehingga membungkus seluruh tubuhnya. Kami terkejut dan menyalahkannya, semoga Allah merahmatimu."


Ashim menambahkan, tidakkah engkau ingat firman Allah surat An-Nur ayat 60, yang artinya : "Dan perempuan - perempuan tua yang berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengant idak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan, adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

Ashim berpendapat, "Ayat ini hanya menyuruh agar engkau menutup dirimu, dan bukan membungkus dirimua dengan cadar seperti ini."

Mendapat keterangan yang demikian itu, Hafsah hanya tersenyum dan bertanya, "Sesudah kalimat itu, bagaimana bunyi kalimat selanjutnya."

Ashim menjawab, "Berlaku sopan lebih baik bagi mereka."

"Nah, ayat ini menunjukkan perlunya cadar," ujar Hafsah.

HOBI SHALAT

Dengan jawaban itu, membuat Ashim tidak bertanya lagi. Ia lalu meninggalkan Hafsah. Beberapa saat kemudian, seorang ulama lain yang bernama HIsyam ibn Hasan menuturkan bahwa dirinya melihat Hafsah berada di Masjid sepanjang hari untuk menunaikan shalat hingga matahari terbit.

Kemudian ia keluar dari masjid, pulang ke rumah, berwudu kembali, dan kemudian tidur untuk menyegarkan badannya. Ketika tiba waktu shalat, ia kembali ke masjid.

"Masya Allah, Hafsah itu seorang ibu yang mempunyai hobi shalat dan badannya selalu menjaga wudu, meski dalam keadaan tidur," tutur Hisyam.

Menurut Hisyam, putra Hafsah mempunyai seekor unta betina dan setiap hari ia memberi ibunya segelas susu. Hafsah biasa mengatakan kepada putranya bahwa ia sedang puasa dan tidak bisa minum. Akan tetapi, putranya menjawab, "Ibu, susu terbaik adalah yang terhimpun dari puting unta di malam hari. Ambillah gelas dan berikan kepada siapa saja yang Ibu kehendaki."

Hisyam menambahkan, Hafsah pernah membeli seorang gadis budak. "Bagaimana menurut kamu tentang majikanmu itu ? Tanya Hisyam kepada budak Hafsah.

Budak wanita berjubah hitam ini menjawab dalam bahasa Persia, "Ia memang seorang wanita yang beriman dan taat. Padahal, dalam hal ini, ia tidak bersalah, sampai - sampai ia menangis dan meratap sepanjang malam ketika melaksanakan shalat."

Hisyam menambahkan, dalam melaksanakan shalat memang Hafsah sangat khusyuk sekali. Dirinya pernah mendengar suara isak tangis di masjid. Saat dilihat, saat itu Hafsah sedang shalat. "Ketika malam tiba, Hafsah melaksanakan shalat malam, terkadang di rumah Hafsah memancar cahaya hingga pagi hari, padahal ia tidak menyalakan lampu." ucap Hisyam dengan penuh keheranan.

from Aku Islam http://ift.tt/2lOtLDK
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/

Minggu, 05 Maret 2017

Menyingkap Misteri Shirathal Mustaqim, Jembatan Setipis Rambut Dibelah Tujuh

Sering timbul pertanyaan, apakah benar jembatan Shirathal Mustaqim seperti rambut dibelah tujuh? Jembatan ini merupakan jembatan yang harus dilalui siapa pun tanpa terkecuali pada waktu hari kiamat tiba. Jembatan ini disebut-sebut sebagai penghubung antara neraka dan surga. Dan menurut cerita yang beredar, jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh. Sumber berita/artikel infoyunik.com

Adapun cerita ini berkembang karena penafsiran dari Surah Al Fatihah yang di dalamnya disebut kata “Shirathal Mustaqim”. Beberapa ulama meyakini, arti “jalan yang lurus” adalah jembatan yang lurus dan panjang. Wallahualam. Dan tidak ada dalil yang shahih yang menyatakan bahwa Shirath seperti rambut yang dibelah tujuh.

Misteri Shirathal Mustaqim, Jembatan Setipis Rambut Dibelah Tujuh
Dalam riwayat ditemukan bahwa nama jembatan ini adalah jembatan Shirath yang terbentang diatas neraka menuju ke surga. Semua manusia akan melewatinya sesuai dengan amalan mereka. Ada yang jatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat. Dalam suatu riwayat mengatakan, bahwa adanya suatu jembatan diatas neraka Jahanam adalah hadist yang artinya berbunyi:

“Maka dibuatlah As Shirath diatas Jahanam, ” Hadist Riwayat Al Bukhori dan Muslim

Diriwayatkan pula bahwa jembatan ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Seperti ucapan Abu Sa’id Al Hudri “Sampai kepada ku bahwa jembatan ini (As Shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” hadist riwayat Imam Muslim.

Melewati jembatan As Shirath merupakan salah satu peristiwa dasyat yang akan dialami oleh manusia yang telah mengucapkan ikrar syahadat tauhid. Menyebrangi jembatan yang terbentang di dua punggun Neraka Jahanam ini tidak hanya dialami oleh umat Islam dari kalangan Nabi Muhammad SAW. Melainkan juga oleh umat beriman dari para Nabi sebelumnya, baik mereka yang imannya sejati, maupun mereka yang suka berbuat maksiat dan kaum munafik.

Menurut sebagian ahli tafsir, peristiwa menyebrangi jembatan diatas neraka, telah diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.

“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (Qs Maryam/19: 71-72).

Lalu bagaimanakah bentuk jembatan Shirath yang nantinya akan kita lalui?  Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan jembatan As Shirath. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Licin lagi menggelincirkan, diatasnya terdapat besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, Ia bagikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan. Dan dibentangkanlah jembatan Jahanam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu, “Ya Allah Selamatkan lah, selamatkanlah,”. Pada Shirath itu juga terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besar kecuali Allah. Maka Ia mengait manusia, sesuai dengan amalan mereka,” (HR. Al-Bukhari).

Jembatan Shirath tersebut amat licin, sehingga sangat mengkuatirkan bagi siapa saja yang melewatinya. Dimana kita mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh. Shirath tersebut juga mampu menggelincirikan orang-orang yang berjalan diatasnya. Para ulama telah menerangkan bahwa maksud dari kata menggelincirkan, yaitu jembatan tersebut bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

Shirath tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri dan dibagian ujungnya bengkok. Ini menunjukan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkramannya. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak dan tersambar oleh pengait besi atau tidak semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing.

Shirat ini terbentang di neraka Jahanam sehingga barang siapa yang terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait maka Ia akan jatuh ke dalam Neraka Jahanam. Shirath tersebut sangat halus sehingga akan sulit melewatkan kaki di atasnya. Shirath juga sangat tajam sehingga bisa membelah orang yang melewatinya.

Sekalipun Shirath ini halus dan tajam manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah SWT maha kuasa untuk menjadikan manusia mempu berjalan diatas apapun. Kesulitan untuk melewati Shirath karena kehalusannya atau terluka karena ketajamannya, semua itu tergantung pada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

Setelah kita mengetahui bagaimana bentuk Shirath dalam hadist-hadist shahih, kita akan mengetahui pula bagaimana keadaan manusia saat melewati Shirat tersebut. Rasulullah SAW bersabda dalam (Shahih, HR. Muslim) artinya:

“Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shirath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”. Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?” Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. ”

Akan ada manusia yang menyebrangi jembatan dengan selamat dan ada pula yang terluka karena sabetan duri-duri yang mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula mereka yang gagal menyebranginya hingga ujung, mereka terpeleset, tergelincir hingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya ke nereka yang menyala-nyala di bawah jembatan. Lalu bagaimana seseorang menyebranginya dengan selamat?

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung, para Nabi dan malaikat sibuk mendoakan bagi orang-orang berimana. Mereka berdoa yang artinya, “Ya Rabbi selamatkanlah, Ya Rabbi selamatkanlah”. Selanjutnya Allah akan meberikan cahaya bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an yang artinya artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman yang bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."  (QS.At-Tahrim:8)

Dan pada saat itulah, setiap orang tidak akan ingat pada orang lainnya, betapa sulitnya bagi kita untuk menyeberang di atasnya. Tetapi Allah maha perkasa sekaligus maha bijaksana, Allah akan memberikan bekal bagi orang-orang beriman dan bertaqwa untuk sangggup melintas di jembatan tersebut.

Sungguh pemandangan yang pastinya sangat mendebarkan. Pantaslah jika Nabi Muhammad SAW menyatakan, bahwa jika saat menyeberangi jembatan di atas neraka Jahanam ini sedang berlangsung, seseorang tidak akan ingat orang lainnya sebab setiap orang sibuk memikirkan keselamatannya masing-masing.

Yuk, Ikut Mencari Tiket Untuk Berlomba Mendapat Tempat Terbaik Di Sisi Allah

AkuIslam.Id - Marilah kita bersama - sama senantiasa berlomba berbuat kebajikan untuk mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Kebajikan yang bisa kita lakukan yakni menjalankan perintah Allah. Selanjutnya beramal saleh kepada sesama manusia.

Sahabat AkuIslam.id yang dirahmati oleh Allah, berbuat kebajikan adalah perintah Allah dan juga perintah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Tempat untuk berbuat kebajikan adalah alam dunia ini, yaitu selagi nyawa di kandung badan.

Setelah mati, seseorang tidak akan dapat lagi berbuat sebuah kebajikan apapun juga. Seluruh amalnya akan berhenti dan dia tidak lagi dapat melaksanakan shalat, berpuasa, berhaji, membaca Alquran atau menyedekahkan hartanya dalam rangka mendapatkan buah kebajikan.

Di Dunia Ini Hidup Haruslah Menjadi Seorang Yang Berguna Untuk Orang Lain ( Foto @U-Report )

Oleh karena itu, kesempatan berbuat amal kebaikan hanyalah ketika hidup di dunia ini saja. Tentunya dalam setiap melakukan kebajikan semuanya harus didasarkan karena mengharap ridha Allah SWT. Jangan melakukan suatu amalam kebajikan jika itu hanya untuk menyombongkan diri, ingin orang lain melihat apa yang sudah kita lakukan. Sebab, perbuatan yang demikian ini tidak akan mendapatkan berkah dari Allah.

MANUSIA TERBAIK

Ada dua lapangan kebajikan yang dapat diperbuat sebagai amal saleh bagi setiap mukmin. Yang pertama adalah kebajikan secara vertikal, kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala seperti : Shalat, zikir, membaca Alquran, berpuasa, menunaikan ibadah haji dan lain - lain, Kedua adalah kebajikan yang bersifat horizontal kepada sesama makhluk Allah seperti bersedekah, mengajarkan ilmu, memberi nasihat dan bantuan material, membina sarana sosial dan lain - lain.

Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Manusia terbaik adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain."

Artinya, semakin banyak seseorang itu mengorbankan diri dan hartanya bagi kemaslahatan ummat, maka semakin tinggilah kedudukannya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Islam tidak mengajarkan seseorang itu bersifat egois, hanya mementingkan diri sendiri saja.

Itu sebabnya seruan melakukan kebajikan patutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari - hari. Seluruh harta kita bukanlah sepenuhnya miliki kita. Ada sebagian milik dari orang yang tidak mampu. Dengan beramal saleh, niscaya tidak membuat kita semakin miskin.

Allah sudah menjanjikan bahwa siapa saja yang mengamalkannya karena mengharap ridha Allah, maka ia akan mendapatkan balasan berlipat ganda.

Sering kita ketahui di lingkungan sekitar kita bahwa ada orang yang baik hubungan vertikalnya kepada Tuhan, tetapi sangat butuk budi dan akhlaknya kepada sesama makhluk. Orang seperti ini tidak termasuk dalam golongan orang yang baik, karena dia tidak memberi manfaat kepada orang lain.

Betapa banyak hari ini orang - orang yang hanya memikirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniawian tanpa memikirkan akhirat. Mari kita berlomba - lomba untuk mencari tiket supaya bisa lebih mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Akhirat merupakan balasan atas usaha kita di dunia ini.


from Aku Islam http://ift.tt/2lrTuWd
Sumber KLIK Di Sini atau http://ift.tt/2knf8pq

Mendeteksi Ruqyah Syar'iah

AkuIslam.Id - Mungkin selama ini hal ini masih selalu menjadi pertanyaan di benak kita semuanya, di mana bagaimana caranya kita bisa mendeteksi ruqyah yang Syar'iah dan yang bukan. dan apakah dalam Islam Ruqyah itu diperbolehkan ?

Agama Islam membolehkan adanya praktik ruqyah, tentu saja dengan catatan tidak ada unsur syirik atau hal menyimpang dalam ruqyah itu.

Menurut dari hadis riwayat Al Bukhari, Nabi Muhammad Saw pernah meruqyah dirinya sendiri tatkala hendak tidur dengan membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Naas, lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian usapkan ke seluruh tubuh terjangkau oleh kedua tangannya.

Secara umum, praktik ruqyah dibagi menjadi dua macam, yakni ruqyah yang sesuai dengan nilai - nilai syariah dan ruqyah yang tidak sesuai dengan nilai - nilai syariah.

Bagaimana cara kita bisa membedakan ruqyah yang diajarkan dalam ajaran Islam dan Ruqyah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam ?

Ilustrasi Ruqyah ( Foto @suara-islam.com )

Agar kita tidak terus - terusan dalam kebingungan, berikut akan sedikit dijelaskan perbedaannya.

Ruqyah yang sesuai syariah harus sesuai dengan syariah, yaitu bacaan ruqyah berupa ayat - ayat Alquran dan doa atau wirid dari Rasulullah Saw. Doa yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya. Selain itu harus berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.

Penting pula untuk dicermati, bahwa ruqyah syar'iah tidak meminta tolong kepada jin (atau yang lainnya selain Allah). Tidak menggunakan benda - benda yang menimbulkan syubhat dan syirik, serta cara pengobatan harus sesuai dengan nilai - nilai syariah, khususnya dalam penanganan pasien lawan jenis.

Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan akidah, akhlak yang terpuji, dan istiqomah dalam ibadah.

Sementara ciri ruqyah yang tidak sesuai dengan syariah antara lain ruqyah yang dibacakan oleh tukang sihir, mencampuradukan ayat - ayat Alquran dengan bacaan lain yang tidak diketahui artinya, meminta bantuan pada jin, ruqyah dengan menggunakan sesajen atau ruqyah dengan menggunakan alat yang dapat mengarah ke syirik dan bid'ah.

Semoga kita semuanya selalu senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dalam menjalankan aktivitas sehari - hari serta mendapatkan ridha-Nya. Amin

from Aku Islam http://ift.tt/2lrWJ07
Sumber KLIK Di Sini atau http://ift.tt/2knf8pq

Tahukah Anda Seperti Apa Menu Makanan Sehat Ala Rasulullah SAW ? Ini Dia Penjelasannya

Sebagaimana kita kenal dan tahu Nabi Muhammad SAW memang menjadi suri tauladan untuk segala aspek kehidupan umat sejak dahulu hingga pada masa sekarang ini. Mulai dari ahklak hingga ke pola makan sudah diatur sedemikian rupa untuk menjadi contoh yang baik bagi umatnya. Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh yang merupakan harta yang paling berharga. Dengan mencontoh pola makan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan.

Ini buktinya, Rasulullah SAW hanya pernah dua kali sakit semasa hidupnya. Itu pun bukan karena kesalahannya tidak menjaga kesehatan. Sakit yang pertama terjadi karena Nabi Muhammad SAW diberi racun oleh seorang perempuan Yahudi saat berada di Madinah, sakit yang kedua terjadi saat Ia akan dijemput malaikat maut menjelang ajalnya. Selebihnya, Rasulullah menjalani hidupnya dengan sehat, kuat dan bugar. Berikut ini merupakan menu makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam agar Sehat dan berberkah dan mendapatkan amal. Sumber berita/artikel infoyunik.com

Rasulullah SAW membiasakan diri untuk bangun sepertiga malam untuk menghirup udara yang masih segar. Ini merupakan asupan pertama untuk tubuh Rasulullah SAW sebelum menunaikan shalat Subuh. Ternyata kebiasaan Nabi Muhammad ini menurut pakar kesehatan baik untuk optimalisasi proses metabolisme di dalam tubuh. Pasalnya udara yang dihirup pada sepertiga malam sebelum Subuh masih bersih dan belum bercampur dengan zat berbahaya. Ini juga membantu menunjang vitalitas dalam menjalani aktivitas seharian.

Mulut dan Gigi merupakan organ yang penting bagi yang selalu dijaga oleh Rasulullah SAW. Untuk urusan ini, Nabi  SAW menggunakan Siwak yakni dahan atau akar dari pohon Salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut. Rasulullah memang sangat perhatian dengan organ untuk mengunyah makanan ini. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.

Pada pagi hari, Rasulullah SAW membuka menu sarapannya dengan madu dan air putih. Memang khasiat madu sangat banyak untuk kesehatan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an dan penelitian para ahli. Al-quran menjelaskan bahwa madu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Menjelang waktu siang, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.

Pada waktu sore, Rasulullah baru makan makanan yang cukup berat yakni roti yang dicampur dengan minyak zaitun dan cuka. Ini berfungsi mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).

Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).

Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
  1. Jangan minum susu bersama makan daging.
  2. Jangan makan ayam bersama minum susu.
  3. Jangan makan ikan bersama telur.
  4. Jangan makan ikan bersama daun salad.
  5. Jangan minum susu bersama cuka.
  6. Jangan makan buah bersama minum susu

Kisah Ja'far bin Abi Thalib, Pria yang Mirip Nabi Muhammad SAW

Ja’far Bin Abi Thalib merupakan satu diantara lima sahabat Nabi SAW yang memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Namun diantara kelimanya Ja’far tercatat paling mirip dengan Rasulullah SAW. Hingga diriwayatkan, jika dilihat dari belakang, sulit membedakan antara Ja’far dan Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya tampilan fisik, karakter Ja’far juga mirip dengan Rasulullah SAW.

Di riwayatkan dari Muhammad bin Usamah bin Zaib bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ja’far “Bentuk wajahmu serupa dengan wajahku, dan akhlakmu serupa dengan akhlak ku karena kamu berasal dari ku dan merupakan keturunanku.”

Karena kemiripan akhlak dan karakternya inilah Ja’far bin Abi thalib mudah menerima Islam saat diterangkan dengan sahabat yakni Abu Bakar Ash Shiddiq. Ia tercatat menjadi orang ke-31 yang memeluk Islam. Bagaimanakah perjalanan seorang Ja'far bin Abi Thalib dan apa sajakah pengaruh beliau dalam agama Islam?

Ja’far yang merupakann sepupu Nabi Muhammad SAW ini langsung menyatakan Keislamannya begitu mengetahui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Putra Abu Thalib ini kemudian menyampaikan keislamannya kepada sang Istri, istrinya Asma bin Umais.Ja’far pun lalu mengajak istrinya untuk kemudian masuk Islam. Ia begitu yakin bahwa mengikuti ajaran Islam akan membawanya pada kebaikan dunia dan akhirat.

Kelembutan serta kecerdasan seorang Ja'far bin Abi Thalib berhasil mengantarkan istrinya Asma bin Umais ke jalan yang hidayah, hingga nanti disepanjang jalan hidupnya, keduanya bersama-sama mengarungi pahit manis sebagai seorang muslim yang bertakwa.

Meski kebahagiaan Islam telah menyelimti hatinya, namun kebahagian kakak Ali Bin Abi Thalib ini belum utuh. Sebab sang ayah yang sangat dicintainya, Abu Thalib enggan mengikuti kebenaran yang dibawa keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Padahal Ia selalu dibarisan terdepan membela Rasulullah SAW dari kedengkian kaum Quraisy. Hanya doalah yang bisa dipanjatkan Ja’far bin Abi Thalib agar sang ayah mau membuka hatinya menerima hidayah Islam.

Maka ketika Islam semakin menyebar di Kota Mekah kaum Quraisy semakin berang dan tidak terima. Mereka membuat banyak gangguan untuk menjatuhkan Islam serta melemahkan iman kaum Muslimin. Maka ketika Quraisy tidak bisa menghalangi dakwah Rasulullah SAW lantaran sang Nabi mendapatkan pembelaan dari keluarga besarnya, mereka pun mulai melampiaskan amarah dengan menyiksa kaum miskin dan lemah.

Tapi siksaan demi siksaan yang diterima kaum muslimin justru membuat iman mereka semakin kokoh dan kebal. Demikia kejam siksaan kaum Quraisy terhadap kaum Muslimin, hingga keinginan melawan semakin besar, termasuk Ja’far Bin Abi Thalib. Ia begitu kesal dengan perlakuan kaumnya tapi Ia begitu tidak bisa berbuat apa-apa, sebab Rasulullah SAW melarang kaum Muslimin untuk melawan dan hanya meminta agar bersabar.

Disaat kekejaman kaum Quraisy memuncak Rasulullah SAW meminta agar kaum muslimin hijrah ke negeri Habasyah, negeri yang dipimpin Raja Najashi, seorang Raja Nasrani yang adil dan tidak pernah berbuat dzalim.

Rasulullah SAW memilih Ja’far Bin Abi Thalib memimpin kaum muslimin hijrah menyelamatkan akidahnya ke negeri Habasyah. Rasulullah SAW begitu mengenal Ja’far sepertit mengenal dirinya sendiri. Ja’far diplih karena memiliki kecerdasan, keberanian sekaligus ketenangan semuanya itu semakin didukung karena Ia memiliki kemiripan dengan Rasulullah SAW. Sehingga menjadi pelipur lara bagi kaum muslimin bila jauh dari Nabi mereka.

Benar saja, di negeri Habasyah muslimin bisa hidup nyaman tanpa harus terganggu saat beribadah. Namun kabar hijrahnya 100 kaum muslimin ke negeri Habasyah membuat berang kaum musrik Quraisy. Mereka tidak tenang pengikut Nabi Muhammad SAW beribadah dengan nyaman.   Mereka kemudian berencana untuk memulangkan kaum muslimin ke Mekah. Mereka mengutus Amar Bin Ash, pemuda Quraisy yang dikenal paling jago berdiplomasi dan dekat dengan Raja Najashi

Sambil membawa hadiah dari kaum Quraisy untuk dipersembahkan kepada Raja Habasyah, Amr Bin Ash begitu yakin raja akan mengembalikan kaum muslimin ke Mekah. Di hadapan Raja Najashi yang beragama Nasrani, Amr Bin Ash mulai bersilat lidah. Amar memprofokasi raja bahwa agama Islam yang dianut oleh penduduk Mekah yang hijrah ke Habasyah berbeda dengan Nasrani, bahkan agama yang dibawa Muhammad ini dituduh memandang buruk terhadap agama Nasrani.

Raja Habasyah yang begitu kokoh imannya pada Nasrani sangat marah. Namun Ia tidak langsung mengusir kaum muslimin. Di sinilah kebenaran hadist Nabi tentang keadilan Raja Najashi terbukti. Raja Nasrani yang shaleh ini tidak mau bertindak sebelum mendengar langsung dari kaum Muslimin yang tinggal dinegerinya.

Lalu Ja’far maju menjelaskan tentang Islam mewakili umat Islam dan mengapa Ia datang ke negeri Habasyah. Dengan tutur kata yang amat baik serta jujur apa adanya pernyataan Ja’far justru mengundang simpati raja. Bahkan Ja’far menjelaskan tentang ajaran Islam tentang Maryam dan Al Masih yang dituturkan Al-Qur’an. Mendengar itu Raja Najashi bergetar hatinya tidak kuasa menahan haru. Apa yang disampaikan Ja’fat dan ajaran Nasrani yang Ia yakini berasal dari satu sumber yang sama. Maka saat itu pula, Najashi menjamin keamanan kaum Muslimin di Habasyah.

Menurut beberapa sumber, Raja Najashi memeluk Islam, namun tetap merahasiakannya kepada rakyatnya. Tidak hanya itu, murid-murid Ja’far di Habsyah kemudian menyebarkan ajaran tauhid disana hingga Islam mulai tersebar di negeri Habasyah.

Di negeri hijrah pertamanya itu, Asma, istri Ja’far melahirkan putra pertama mereka dan diberi nama Abdullah. Sebuah nama yang menujukan keislaman seseorang sebagai hamba yang hanya mengabdi kepada Allah. Kelahiran putra Ja’far disambut bahagia oleh Najashi. Sang raja memberinya hadiah, sang raja pun menamainya dengan nama yang serupa dengan putra Ja’far.

Selama tujuh tahun di negeri Habasyah, Ja’far dan kaum muslimin begitu merindukan Rasulullah SAW. Sebuah kabar datang membuat hati Ja’far hancur, Abu Thalib, sang ayah yang amat dicintainya wafat dalam keadaan tidakk beriman.

Di lain pihak, kaum muslimin mendapatkan kemenangan gemilang pada perang Haibar, Jafar Bin Abi Thalib meninggalkan Habasyah menuju Madinah. Kedatangannya begitu membahagiakan Rasulullah SAW, hingga Nabi sendiri tidak menyadari kebahagiaan yang dirasakannya apakah karena kemenangannya dalam perang Haibar, atau karena kedatangan Ja’far.

Belum begitu lama Ja’far tinggal di Madinah pada awal tahun ke delapan hijriyah, Rasulullah SAW menyiapkan pasukan tentara untuk memerangi tentara Romawi di Mut’ah. Beliau mengangkat Zait bin Haritsah menjadi komandan pasukan. Jika Zait bin Haritsah gugur, maka digantikan oleh Ja’far Bin Abi Thalib, jika Ia cidera dan tewas pula, Ia digantikan oleh Abdullah bin Rawaha dan apabila Abdullah Bin Rawaha cidera dan gugur pula, hendaklah kaum muslimin memilih komandan diantara mereka.

Sampai di Mut’ah, sebuah kota dekat Syam daerah Yordania mereka mendapati pasukan Romawi dengan 100 ribu pasukan yang terlatih. Diperkuat dengan 1000 milisi Nasrani dari kabilah-kabilah Arab, sementara tentara kaum muslimin yang dipimpin oleh Zait Bin Haritsah hanya berkekuatan 3000 tentara.

Begitu kedua pasukan yang tidak seimbang ini bertemu dan peperangan dahsyat pun terjadi. Komandan Muslimin, Zait Bin Haritsah gugur sebagai shahid, melihat Zait gugur, Ja’far kemudian melompat dan mengambil alih bendera Rasulullah SAW dari tangan Zaid. Lalu diacungkan dengan tinggi-tinggi dan kini pimpinan beralih kepadanya. Ja’far mengayunkan pedang ditengah musuh yang mengepungnya dia mengamuk menyerang musuh ke kanan dan kekiri dengan hebat.

Hingga suatu ketika sebuah tebasan pedang mengenai tangan kanannya, maka tangan kirinya langsung mengambil bendera dari tangan kanannya yang puntung, tangan kirinya putus pula terkena sabetan pedang musuh. Tapi Ia tidak gentar dan putus asa, dipeluknya bendera Rasulullah dengan kedua lengannya dengan terus menerjang musuh hingga akhirnya tubuh Ja’far ditebas musuh hingga gugur sebagai syahid di medan Mut’ah.

Rasulullah SAW sangat sedih mendengar kabar gugurnya Jafar beliau pergi kerumah Ja’far di dapatinya Asma, istri Ja’far yang sedang bersiap-siap menunggu kedatangan suaminya, memandikan dan memakaikan baju bersih kepada anak-anaknya. Asma sendiri menuturkan kedatangan Rasulullah SAW.

“Ketika Rasulullah SAW mengujungi kami, terlihat wajah Rasulullah diselubungi kabut sedih, hatiku cemas tetapi aku tidak berani menanyakan apa yang terjadi, karena aku takut mendengar berita buruk, beliau memberi salam dan menanyakan anak-anak kami,”

Asma kemudian memanggil mereka semua, dan disuruhnya menemuii Rasulullah. Anak-anak Ja’far kemudian melompat kegirangan mengetahui kedatangan Beliau. Mereka berebutan untuk bersalaman dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAWA langsung memeluk erat anak-anak Ja’far sambil menciumi mereka penuh haru. Air mata Beliau berlinang membasahi pipi mereka. Sumber berita/artikel infoyunik.com +Wiwik Setiawati 

Sabtu, 04 Maret 2017

Bukti dari Cinta Sejati Adalah Menikah Bukan dengan PACARAN, Setuju Share !

Kita semua pasti tyahu dan paham bahwa Setiap manusia di berikan rasa cinta,tetapi banyak sekali ekspresi cinta yang dapat kita lakukan,tetapi pembuktian cinta yang sebenarnya adalah dengan Jalan menikah. Pernikahan adalah merupakan satu-satunya jalan untuk mengekspresikan cintamu pada pasanganmu. Menikah sekaligus menjadi pembuktian bahwa kamu memang benar-benar mencintai dia.

Bukti dari Cinta Sejati Adalah Menikah Bukan dengan PACARAN, Setuju Share !


Kalau cinta memang seharusnya dibuktikan dengan menikahi, bukan dengan mengajaknya berlama-lama pacaran tanpa kejelasan atau memberinya makanan atau minuman dan mengajaknya kesana kemari merasakan bahagia yang sesaat. Apakah itu bahagia sesungguhnya ? Maka tidak Heran Jika Yang Datang Melamar Akan Selalu Menang Dari Pada Yang Setiap Hari Tapi Hanya Ngajak Jalan. Betul khan ? Karena yang datang untuk melamar itu sudah jelas mengatakan kalau dirinya siap bertanggung jawab lahir dan batin, tidak heran jika yang datang melamar akan dipilih dan rela melepaskan yang setiap hari datang cuma untuk ngajak jalan-jalan ke sana kema Karena Pernikahan Adalah Tempat Bermuaranya Cinta Sepasang Manusia


Seperti dikutip serunique.com dari beritaterkini99.com, bukankah tujuan utama dari membina sebuah hubungan itu adalah pernikahan. Sudah tentu menikah adalah sebuah keharusan untuk menunjukkan kalau seseorang itu benar-benar mencintai. Mencintai seseorang hingga berlebihan setelah menikah itu tidaklah masalah, karena yang kamu cintai adalah milikmu. Berbeda dengan mencintai dia yang hanya setatusnya sebagai pacarmu saja, karena pacarmu sekarang ini masih sangat mungkin untuk dimiliki orang lain Pernikahan Adalah Sebuah Perjanjian Suci Dimana Tuhan Dan Keluargamu Menjadi Saksi Sebagai Pemersatu Hubunganmu

Apa yang diucapkannya ketika melakukan janji suci, adalah sesuatu yang wajib untuk dilakukan dan akan menjadi dosa besar jika diingkari. Bukan hanya berdosa pada wanita yang kamu nikahi saja, tapi juga pada Tuhanmu dan juga kjeluargamu sendiri. Menikah Adalah Satu-Satunya Jalan Untuk Mengekspresikan Cinta Pada Lawan Jenis Secara Halal. Menikah Itu Menjaga Kesucian Cinta Itu Sendiri

Jikalau Anda mengajaknya menikah kamu sudah secara langsung memuliakan pasanganmu. Hanya dalam pernikahanlah kamu akan memuliakan pasangamu, apa yang kamu lakukan pada pasanganmu selama itu baik maka akan dianggap sebagai ibadah. Dalam Pernikahan Baik Kamu Atau Pun Dia Sama-Sama Dituntut Untuk Bergaul Dengan Baik

Dengan cara saling memberikan hak satu sama lain, melayani, memberikan cinta, setia, perhatian dan masih banyak hal-hal baik lainnya yang harus dilakukan ketika menjadi pasangan suami istri. Begitulah seharusnya cinta, kamu punya hak penuh pada pasangamu dan meminta apapun pada pasanganmu selagi pasangamu mampu memberikannya.

Jadi apakah Anda sependapat dengan sinyalemen di atas ? Silahkan komentar Anda.

Masjid Ini di Bangun di Tempat Ekstrim

Masjid merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat ibadah Umat Muslim. Biasanya lokasi pembangunan masjid berdekatan dengan rumah penduduk untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah ketika sudah masuk waktu shalat.

Namun tidak demikian dengan masjid-masjid berikut ini. Lokasinya yang ekstrim membuat masjid-masjid ini terlihat unik dan membuat jamaah berdecak kagum. Mulai dari masjid yang dibangun di dalam gua, di atas gunung bahkan di pinggir Laut Atlantik. Bagaimana gambaran dan keunikan masjid tersebut. Berikut rangkuman yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

1. Masjid di dalam Goa (Aschabul Kahfi)

Indonesia beruntung memiliki masjid yang unik karena berada di dalam perut bumi. Masjid tersebut bernama Aschabul Kahfi yang terletak di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa  Timur. Masjid ini dibangun pada 2002 lalu oleh seorang kiai  bernama Subhan. Sejak saat itu pmbangunan dan perbaikan terus dilakukan. Untuk menuju masjid pengunjung harus melewati lorong dan goa. Masjid ini dihiasi dengan tulisan kaligrafi dan tulisan jawa kuno. Pemandangan di dalam gua sangat eksotis pasalnya dapat terlihat stalagtit dan stalagmit yang telah menjadi batuan kapur.

Ketika pengunjung masuk ke dalam Masjid, maka akan terasa nuansa timur tengah. Masjid ini memiliki ruangan utama yang cukup gelap, tidak ada sinar selain cahaya lampu di sini. Arsitektur Masjidnya mirip dengan bangunan-bangunan Arab. Bagian atas masjid juga dihiasi dengan pilar yang megah.

Interior masjid ini terkesan sangat mewah, dengan hiasan yang berbahan marmer dan hiasan pilar-pilar yang cukup tinggi dan besar di dalam gua. Hal ini membuat pengunjung merasa berada diantah berantah dengan berbagai hiasan marmer dan kristal.

2. Masjid di Tepi Samudera Atlantik (Hassan II)

Raja Hassan II dari Maroko mendirikan bangunan istimewa kepada rakyatnya. Beliau membangun Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Masjid ini memiliki keunikan tersendiri, pasalnya masjid ini dibangun menjorok di samudera Atlantik. Hal ini membuat seakan-akan masjid tersebut berada di tengah laut. Sehin gga masjid ini dijuluki singgasana Tuhan diatas air atau Masjid terapung terbesar di dunia. Masjid ini juga dilengkapi dengan manara setinggi 210 meter. Fakta ini menjadikannya sebagai menara masjid tertinggi di dunia.

Masjid yang didesign oleh arsitek asal Perancis ini  juga dilengkapi dengan pengontrol suhu yang akan membuat jamaah beribadah dengan nyaman. Arsitektur dan interior Masjid pun sangat cantik, selain itu masjid juga dilengkapi dengan teknologi canggih yang memanfaatkan teknologi laser untuk pencahayaan dan memberikan keindahan tersendiri pada malam hari.

Sebagian masjid ini terbuat dari kaca sehingga pengunjung dapat melihat samudera atlantik dari bawah masjid. Dekorasi interior ruang shalat yang mengagumkan dibuat oleh ukiran tangan para pengukir. Lebih dari 6000 seniman maroko diperkerjakan dalam proyek pembangunan masjid ini. Uniknya masjid Hassan II ini terbuka untuk umum dan pengunjung non muslim.

3. Masjid di Dalam Laut

Arab Saudi membangun Masjid di bawah laut pertama. Sekelompok penyelam kerajaan membangun masjid mengggunakan pipa plastik yang berisi pasir di bawah laut di pantai utara Kota Tabuk yang berbatasan dengan Negara Yordania.

4. Masjid di Puncak Gunung (Masjid Al Khidr)

Para penduduk di Iran memiliki lokasi masjid sangat unik.Luar biasa, karena masjid ini terletak tepat diatas gunung. Adalah masjid Al Khidr berdiri kokoh diatas gunung Nabi Khidr (as) dan diklaim sebagai peninggalan sang nabi. Walaupn letaknya diatas gunung masjid ini tetap menjadi tempat favoritbagi para jemaah. Untuk beribadah kesini tentunya jamaah harus berjalan naik ke atas gunung. Meski begitu tidak menjadi Masjid ini sepi dari jemaah. Bahkan masjid ini lebih banyak dikunjungi dari pada masjid-masjid lain di daerah sekitar.   Pemandangan yang terlihat di atas gunung setelah menunaikan shalat semakin membuat perasaan merasa tenang dan damai.

5. Masjid Terapung (Arkam Babu Rahman)

Terakhir ada masjid terapung arkam babu rahman. masjid unik ini terletak di kawasan teluk palu, kampung lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah.masjid ini hanya berjarak 400 meter dari Jembatan Kuning atau Jembatan Palu Empat. Masjid terapung ini memiliki kubah seperti emas. dinding dan pilar-pilarnya juga memiliki warna yang serasi. Berada di masjid ini kita  dapat melihat suasana teluk palu yang begitu indah diikuti dengan suara deburan ombak.

Pada malam hari, lampu-lampu yang berganti warna menerangi kubah masjid ini. masjid yang indah ini seolah melengkapi keindahan teluk palu pada malam harinya. masjid ini berdiri sekitar 30 meter dari bibir pantai teluk palu dengan luas 121 meter persegi. Masjid ini mampu menampung sekitar 150 orang jemaah. masjid ini terdiri dari satu lantai dengan empat menara. Interiornya sangatlah indah, dindingnya dilapisi oleh keramik berwarna emas kecokelatan.

Sebelum memasuki masjid ini, disediakan tempat berwudhu di muka masjid. anda harus melewati jembatan terlebih dahulu apabila anda ingin memasuki masjid cantik ini. Masjid ini berdiri kokoh dengan pancang-pancang penyangga nya di bawahnya. ada cerita menarik di balik berdirinya masjid terapung ini, konon sebelum masjid ini di bangun tinggi air laut  di bibir pantai mampu mencapai 1 meter lebih. Kadang beberapa kali air laut bisa mencapai jalan raya. namun setelah masjid ini berdiri air laut tak pernah lagi menyapu jalanan.

Demikian keunikan tentang masjid yang dibangun ditempat yang ekstrim. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda. Termiakasih sudah membaca.Kumpulan Info Unik http://www.infoyunik.com

Kenali Lebih Dekat Masjid Al Aqsa, Masjid yang Diberkahi tetapi Terlupakan

Setiap muslim pasti pernah mendengar nama Masjid Al Aqsa. Masjid ini merupakan titik tolak Nabi Muhammad SAW melakukan Mi'raj yaitu perjalanan menuju ke langit ke 7 untuk menerima wahyu dari Allah SWT berupa kewajiban mendirikan shalat lima waktu.  Masjid Al Aqsa masuk diantara tiga masjid yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dikunjungi selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dari ketiganya Masjid Al Aqsa lah yang hari ini sering dilupakan oleh umat Islam untuk dikunjungi.

Bukan tanpa alasan, saat ini masjid tertua di dunia selain Masjidil Haram di Mekah ini dalam penjagaan ketat tentara Israel. Padahal keutamaan shalat di Masjid ini adalah mendapatkan ribuan kali pahala dari Allah SWT. Al Aqsa merupakan lokasi yang dijanjikan sebagai tempat matinya pasukan Dajjal, sebuah lokasi yang tidak pernah damai hingga akhir zaman.

Secara bahasa Masjid memiliki arti tempat sujud, atau tempat yang digunakan untuk beribadah. Sedangkan Al Aqsa secara bahasa artinya jauh, mengapa dikatakan jauh? karena letaknya yang jauh dari masjidil Al Haram di Mekah. Karena begitu berkahnya Masjid ini, sampai-sampai Rasuullah SAW menganjurkan umat untuk berkunjung ke sana. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Jangan melakukan ziarah kecuali tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan Masjidku ini (Masjid Nabaw)” (HR Muslim dan Bukhori)

Masjid Al Aqsa adalah nama keseluruhan tempat yang dikelilingi pagar seluas 14,4 hektare di dalam kota Al Quds atau yang kita kenal sebagai Yerusalem. Jadi anggapan bahwa Al Aqsa adalah masijd kubah berlapis emas atau masjid yang kubah kehitam-hitaman adalah salah. Terdapat lima buah masjid di dalam kompleks Masjidil Aqsa. Lima masjid itu Ialah Masjib Kubah Shakhrah, masjid yang kubahnya berlapis emas ini memiliki sejarah yang amat penting bagi umat Islam. Di dalam masjid ini ada batu yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk bertolak ke langit ke tujuh berupa perintah shalat lima waktu. Masjid berikutnya adalah masjid Kibli, masjid yang dibangun pada masa kalifah Abdul Malik bin Marwan ini letaknya berseberangan dengan masjid Kubah Shakhrah.

Masjid Buraq letaknya di bawah masjid Kubah Shakhrah, dinamakan Masjid Al Buraq sebab diyakini bahwa di sinilah Nabi Muhammad dahulu meletakkan kendaraan buraqnya. Di bagian dinding tersebut teradapat Halqa, sebuah gelang besi yang menempel di dinding, di sinilah Rasulullah meletakkan kendaraannya pada malam Isra’ Miraj. Selain itu, terdapat juga Masjid Al Qadim merupakan bangunan kuno yang berada di bawah bangunan kuno masjid Kibli. Lalu disebelah tenggara dari Masjid Al Aqsa berdiri Masjid Marwani yang dibangun pada zaman Umawiyah.

Masjid Al Aqsa menjadi tempat ibadah tertua setelah masjidil Haram di Mekah. Pertama kali dibangun pondasinya oleh Nabi Adam AS. Setelah 40 tahun setelah Nabi Adam membangun pondasi Masjidil Haram, baru kemudian dibangun secara utuh oleh Nabi Sulaiman AS. Di saat zaman Nabi Muhammad SAW, Al Aqsa saat itu masih dikuasai bangsa Romawi baru kemudian tatkala Abu Bakar terpilih sebagai khalifah pertama sepeninggal Rasulullah, dimulailah mobilisasi pasukan untuk membebaskan negeri Syam, dimana negeri Al Aqsa tercakup di dalamnya.

Meskipun upaya pembebasan Al Aqsa sudah dimulai sejak masa khalifah Abu Bakar Siddiq namun saat itu masjid Al Aqsa yang menjadi benteng pertahanan pasukan Romawi baru dibebaskan secara utuh oleh khalifah Umar Bin Khatab pada 635 Masehi. Al Aqsa terus dipertahankan dalam naungan Islam selama 464 tahun, dimana akhirnya pada tahun 1099 masehi Al Aqsa kembali jatuh ke tangan Romawi. Hingga pada tahun 1187 atau tepatnya 88 tahun kemudian, Salahudin Al Ayubi berhasil membebaskan Al Aqsa kembali dengan cara damai, tidak ada setetes pun darah yang tertumpah saat itu.

Setelah kepemimpinan Al Ayubi, Al Aqsa bisa dipertahankan bahkan dimakmurkan oleh umat Islam hingga tujuh abad kemudian. Begitulah bahwa sudah ketetapan Allah kemenangan dan kekalahan digilir antar manusia.

Runtuhnya kekaisaran Turki Ustmani yang selama berabad-abad lama menjaga dan memakmurkan masjid Al Aqsa menjadi titik tolak jatuhnya Al Aqsa ke penjajah Zionis Israel. Sebagai dampak dari kekalahan Perang Dunia I. Kaum muslim terjebak perang dengan kaum sekutu dan kalah total. Wilayah Islam secara formal diambil oleh penjajah lalu kemudian dipecah menjadi negara-negara baru. Negara Arab dibagi menjadi beberapa wilayah. Libanon dan Syriah dibawah pemerintahan Perancis, sementara Irak dan Palestina termasuk wilayah yang saat ini  dikenal dengan wilayah Jordan di bawah kekuasaan Inggris.

Sebagai balas jasa Inggris kepada Weizmann yang telah menemukan bahan peledak yang tidak banyak mengeluarkan asap, dimana hal itu sangat membantu Inggris mengalahkan Turki Utsmani di Perang Dunia I Arthur James Balfaour bertanya apa yang inginkan Weizmann sebagai imbalan. Weizmann sat itu menjawab Ia ingin Palestina menjadi tanah air untuk bangsa Yahudi. Akhirnya pada 02 November 1917 Sekretaris luar negeri Inggris mendukung pemberian negara Yahudi melalui deklarasi Balfour atau The Balfour declaration. Pada saat itu James Weizmann dijanjikan seluruh wilayah Palestina termasuk saat ini jadi negara Jordan hingga akhirnya pada 14 mei 1948 bangsa Yahudi memplokamirkan berdirinya negara Israel di Palestina. Sejak saat itulah, Palestina berada di dalam penjajahan Zionis Israel  hingga saat ini. Hal itu mengakibatkan Masjid Al Aqsa berada di dalam kekuasaan Zionis Israel.

Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam, kaum muslimin shalat menghadap Al Aqsa sejak diperintahkannya Shalat pada tahun ke-10 kenabian Muhammad SAW. Masjid Al Aqsa merupakan suatu tempat yang kelak di akhir zaman  tidak dimasuki oleh Dajjal sebagaimana masjidil haram dan masjid Nabawi. Masjid Al aqsa juga memiliki nilai historis yang amat mulia. Di masjid ini Rasulullah mengimami Nabi dan Rasul lalu kemudian Ia mi’raj dari masjid Al Aqsa menuju langit ketujuh.

Keutamaan lain dari Masjidil Aqsa adalah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Banyak yang beranggapan bahwa teramat sulit mengunjungi Masjid Al Aqsa saat ini bahkan ada yang menganggapnya mustahil hal ini karena anggapan bahwa masjid Al Aqsa berada dalam pengawasan Zionis Israel sudah pasti akan membahayakan nyawa jika berniat berkunjung ke sana. Memang fakta bahwa Zionis Israel berada di sana, namun tidak masalah jika kita membawa identitas yang lengkap maka kita akan bisa masuk ke masjid Al Aqsa dengan aman. Kumpulan Info Unik http://www.infoyunik.com

Taat Beribadah, Jenazah Dinaungi Awan

Ceramah Bersama - Subhanallah, sunggu indah proses pemakaman Mulyani. Di terik yang panas, awan mendung terus menaungi jenazahnya. Ya, mungkin bisa dibenarkan bahwa kematian Mulyani yang indah ini ada kaitannya dengan amal kebaikan yang dipupuk semasa hidupnya. Di antaranya kedermawanan dan taat ibadah.

Allahu Akbar... Allahu Akbar.. " Kalimat takbir menggema di setiap sudut desa Tjukir, Jombang. Iringian - iringan ratusan pelayat berjalan mengantar jenazah Mulyani ke peristirahatan terakhir. Siang itu sungguh cerah, namun anehnya proses pemakaman Mulyani seakan dinaungi awan mendung.

Ilustrasi ( Foto @U-Report )

"Seperti itulah proses pemakaman Mulyani pada 2005 silam. Sungguh menakjubkan. Sebab, wanita tua ini cukup dikenal baik di masyarakat," tutur Jaenab, warga Surabaya yang dulu sempat menjadi tetangga Mulyani.

Menurut Jaenab, sebelum wafat, Mulyani memang sudah sakit sakitan. Kemungkinan Mulyani sakit karena faktor usia. Menginjak 89 tahun, Mulyani tetap kuat menjalankan ibadah shalat. Namun bukan perkara itu saja kematian indah yang dialami Mulyani. Salah satu yang diketahui Jaenab adalah kedermawanan Mulyani kepada tetangga sekitar yang tidak mampu.

"Mungkin saja Allah meneduhkan jenazahnya dengan dipayungi awan mendung. Padahal siang itu sangat panas," cerita Jaenab.

Sejak dulu memang Mulyani menebar amalan kebaikan di sekitarnya. Meski ia bukanlah keturunan kiai, tapi ia paham betul ajaran Islam. Mulai dari ibadah, sedekah dan yang lainnya, tak pernah telat dilakukannya. Bahkan yang terakhir ibadah haji saja juga dijalankan dengan kondisi sakit. "Iya pas haji dengar kabar kondisinya sudah mulai sakit," imbuh Jaenab.

TEKUN IBADAH

Soal keramahan hati Mulyani tak perlu diragukan. Sifatnya itu membuatnya dihormati dan disegani warga sekitar. Terlebih karena keramahannya, tetangga kanan kiri dianggap seperti saudaranya sendiri.

"Jadi sudah dianggap seperti saudara sendiri. Mungkin karena kebiasaannya yang tersenyum membuat orang lain merasa segan dan menghormati ibu." ujar Kasiman, tetangga sebelahnya.

Terbukti, ketika almarhum menggembuskan nafas terakhir, para tetangganya serentak membantu prosesi pemakaman dan penyalatan jenazah. "Enggak tahu yang melayat dari mana saja. Ramai banget pas pemakaman," tambahnya lagi.

Dituturkan Kasiman, sebelum wafat, Mulyani memang berharap bisa berangkat haji. Namun kabarnya, kata Kasiman, keberangkatannya tertunda akibat kesalahan prosedur. Kemudian juga, Mulyani sempat sakit - sakitan.

"Tapi setahu saya ia akhirnya berangkat tahu depannya lagi," ingat kasiman

Menakjubkannya, Mulyani ini gigih menjalankan ibadah. Biarpun dalam kondisi yang sakit, tapi Mulyani terus mengucap rasa syukur lantaran masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mengunjungi rumah baitullah. Baginya, menunaikan ibadah haji adalah suatu kewajiban bagi umat Islam yang sudah mampu. Rasa sakit yang mendera tak pernah jadi hambatan sedikitpun bagi Mulyani. Proses haji pun dilakukan dengan lancar tak ada masalah dengan kesehatan tubuhnya. "Alhamdulillah, almarhum ibu saya waktu itu sehat ketika menunaikan ibadah haji," tutur Rahmat putra keduanya.

MENGUCAP SYAHADAT

Tepat sepulang haji, kondisi Mulyani semakin memburuk. Keluarganya pun memaksa untuk dibawa kerumah sakit agar segera diobati. Tubuhnya semakin kurus kering. Guratan raut mukanya semakin terlihat jelas. Tubuhnya mulai ringkih tak seperti sebelumnya. Kendati demikian, shalat tak pernah dilupakannya. Mendekati ajal, wanita tua renta ini semakin tekun dalam ibadah. Lantunan kalimat - kalimat Allah senantiasa selalu keluar dari bibirnya.

Rahmat menceritakan, saat itu dirinya sedang menjaga ibunya ketika di rumah sakit sampai dengan lima hari. Menjelang kematian, ibunya tersebut sempat shalat dan membaca - baca doa. Beberapa hari lamanya, hanya itulah yang selalu dipanjatkan oleh Sulastri. Windi pun mengira apakah sang neneknya itu sudah merasakan bahwa Allah akan mengambil nyawanya. Pasalnya, Mulyani seolah sudah sangat siap menghadapi kematian.

Tak ada rasa ketakutan yang menyelimuti dirinya. Tampak sekali bahwa shalat dan doa - doa yang ia ucapkan menjadi bekal di hari kematiannya. "Nah dua hari sebelum pergi selamanya, ibu mengeluh tenggorokannya sakit. Meski begitu, ia tak pernah telat untuk shalat," ingat Rahmat.

Sehari sebelum meninggal, Mulyani meminta kepada seluruh keluarga untuk berkumpul. Dalam kondisi yang tak kuat lagi, ia meminta maaf kepada semua keluarganya dan para tetangganya. Tangisan pun memecah suasana kala itu. Derai air mata tak mampu terbendung oleh setiap anak - anaknya yang menyaksikan sakaratulmaut dari Mulyani.

"Dalam waktu singkat rumah disesaki banyak orang yang kebanyakan tetangga - tetangga," kata Rahmat.

Sampai akhirnya, Mulyani menghembuskan napas terakhir dengan mengucap kalimat Allah.

"Asyhadu an-laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah," ucap Mulyani di akhir nafasnya.

from Ceramah Bersama http://ift.tt/2lDH7ls
Sumber KLIK Di Sini atau http://ift.tt/2knf8pq